Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Riwayat Hidup Abdul Qadir Jailani

DAFTAR ISI Nasab Masa Muda Belajar Di Baghdad Latihan-Latihan Ruhaniah Dicoba Iblis Panutan Masyarakat Kehidupan Rumah Tangga Kesehariannya Wafatnya Peninggalannya Nasab Sayid Abu Muhammad Abdul Qadir dilahirkan di Naif, Jailan, Irak, pada bulan Ramadhan tahun 470 H, bertepatan dengan tahun 1077 M. Ayahnya bernama Abu Shalih, seorang yang takwa, keturunan Hadhrat Imam Hasan ra, cucu pertama Rasulullah saw. putra sulung Imam Ali ra., dan Fatimah ra., putri tercinta Rasul. Ibu beliau adalah putri seorang Wali, Abdullah Saumai, yang juga masih keturunan Imam husain ra., putra kedua Ali dan Fatimah. Dengan demikian, Sayiid Abdul Qadir adalah Hasani, sekaligus Huseini. Masa Muda Sejak kecil, ia pendiam, nerima, bertafakur dan sering melakukan agar lebih baik, apa yang disebut “pengalaman-pengalaman mistik.”...

Kitab Futuh Al-Ghaib

Mukadimah : Kemegahan para ulama, kecerahan Irak dan Mesir, juru bicara para teolog, penafsir ahli hikmah, pemimpin nan unik, kemuliaan agama, Syeikh Isa, Abu Abdul Rahman menuturkan: Ayahku pemimpin tiada tara sedemikian alim, pemilik ilmu ruhani dan sempurna, pemimpin segala pemimpin, pemimpin bangsa-bangsa, penolong manusia dan jin, pembangkit agama. Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abu Shalih bin Abdullah bin Yahya, Wali besar, dari Jailan berkata: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, pertama dan terakhir, lahiriah dan batiniah, sebanyak makhluk-Nya, sepadan dengan kebesaran firman-Nya, dan seberat ‘Arsy-Nya, seluas ridha-Nya, sebanyak segala yang sendiri dan berpasangan, yang basah dan yang kering, yang pernah Ia ciptakan dan tebarkan dalam segala kemurnian dan kete-rahmatannya segala puji bagi-Nya yang telah menciptakan, dan menyempurnakan, yangtelah menjadikan segalanya sesuai dengan kadarnya, lalu membimbing (merek menuju tujuan mereka). Segala puji bagi-Nya...